Terlintas sejenak dipikiran ketika saya melihat berita-berita di televise tentang kemajuan Indonesia dan prestasi Indonesia, sungguh membanggakan dan sangat menyentuh hati saya untuk selalu mencintai dan menjunjung tinggi martabat bangsa ini. Tetapi ketika saya melihat berita yang berkaitan dengan kriminalitas, korupsi, penyalahgunaan wewenang dan bencana alam yang menimpa bangsa ini, saya merasa sangat miris dan menyentuh hati saya untuk selalu tidak perlu bangga menjadi orang Indonesia. Saya jadi berpikir bahwa karakter bangsa ini sangat hancur dan membutuhkan perubahan serta pembentukan karakter menjadi yang lebih baik. Tetapi saya pun masih bingung siapa yang harus melakukan perubahan? Indonesia atau pemimpin Indonesia? Indonesia atau rakyat Indonesia? Indonesia atau alam Indonesia? Itulah yang selalu menggelayuti pikiran saya, tanda tanya besar ini belum terjawab dan terpecahkan, walau ada yang berusaha untuk menjawab tetapi tidak ada tindakan yang nyata dari jawaban itu.
Saya pun berusaha untuk memahami karakter dari pemimpin, rakyat, maupun bangsa kita ini. Menurut saya karakter bangsa kita sudah harga mati dari dahulu bahwa Indonesia Negara yang cinta damai dan berlimpah kekayaan, namun pada saat Indonesia dipegang oleh seorang pemimpin, banyak perubahan yang terjadi dan cukup mengagetkan. Sekarang dilihat dari sisi seorang pemimpin Indonesia, kalau Indonesia mengalami perubahan buruk yang cukup drastis, apakah kita menyalahkan bangsa ini? Mungkin ada sebagian yang menyalahkan bangsa ini dan sebagiannya menyalahkan pemimpinnya karena kurangnya perhatian dan kelalaian dalam memimpin. Disini bisa ditegaskan kalau seorang pemimpin yang dapat dicontoh oleh rakyatnya, berbudi pekerti dan berbahasa yang santun. Para petinggi jangan berkata sembarangan atau tidak santun saat memimpin, harus dapat mengontrol atau menyusun kata-kata yang lebih santun sebagai contoh untuk generasi penerus. Jadi bagi para pemimpin bangsa dapat mengintropeksi diri lagi bila dirinya merasa kurang mempunyai karakter sebagai pemimpin.
Dilihat dari sisi rakyat, rakyat juga jangan hanya bisa menyalahkan pemimpin dan bangsa bila ada masalah, rakyat juga harus mempunyai karakter yang peduli lingkungan, mengerti permasalahan pemerintahan dan selalu mendukung pemerintahan menuju kemajuan. Rakyat jangan hanya bisa mengeluh pada pemerintah kalau belum berbuat apa-apa untuk bangsa ini, “mau mencubit tetapi tidak mau dicubit” dapat diistilahkan seperti itu rakyat kita ini. Rakyat juga jangan hanya bisa mencemooh para petinggi dengan bahasa yang tidak santun apabila belum terbukti ada kesalahan, lebih baik diselidiki dahulu dan dibicarakan secara baik-baik dengan bahasa yang santun agar para generasi penerus dapat mencontoh perbuatan dan perkataan baik itu.
Dari seluruh pemikiran saya ini, saya berkesimpulan bahwa bukan karakter bangsa ini yang harus diubah melainkan tetap dipertahankan sebenarnya disamping itu yang harus diubah adalah karakter pemimpin dan rakyat Indonesia, diubah menjadi lebih baik, lebih pengertian dan lebih berbahasa santun.
(salam cinta bahasa :))

0 Response to ""
Posting Komentar