Bahasa Adalah Cermin Hidup Perubah Karakter dan Moral

Bahasa dan karakter dapat menjadi satu kesatuan apabila ada keseimbangan terhadap keduanya. Sebagai contoh, bila kita berbahasa buruk atau tidak santun, pasti orang akan berpikir karakter kita buruk dan tidak sopan, begitu pun sebaliknya bila kita berbahasa santun dan baik, pasti orang akan berpikir karakter kita baik dan sopan. Bahasa juga dapat mempengaruhi moral seseorang.
Dari situ kita bisa bercermin pada bahasa, apakah kita berkarakter baik atau buruk? dan apakah kita bermoral baik atau buruk? Sekarang ini bahasa Indonesia yang baik dan sesuai EYD sudah jarang digunakan dikarenakan munculnya bahasa alay. Pantas saja moral anak sekarang buruk, karena bahasa alay yang mempengaruhi pikiran mereka dan menghilangkan citra bahasa Indonesia dipikiran mereka.

Kita sebagai generasi penerus harus melawan itu semua agar citra bahasa Indonesia meningkat kembali. Moral dan karakter kita pun menjadi lebih baik dan menjadi generasi penerus yang membuat kemajuan pada bangsa Indonesia. Berbahasalah yang santun, supaya kita dapat membangun Indonesia menjadi karakter yang lebih baik dan lebih bermoral tinggi.
(salam cinta bahasa :))

6 Response to "Bahasa Adalah Cermin Hidup Perubah Karakter dan Moral"

  1. Deni Permana Budi says:
    23 Oktober 2010 pukul 00.38

    iya.. bahasa adalah salah satu kunci untuk menjadi bangsa yang maju..
    MERDEKA!!

  2. aRieF says:
    23 Oktober 2010 pukul 06.50

    kalo sering di campur-campur sm bhs inggris tergolong karakter yg gmn tuh ?

  3. Kecintaanku Hanya pada Bahasa Indonesia says:
    24 Oktober 2010 pukul 22.37

    @deni : ya merdeka :)
    @arief : ya gak gimana-gimana, itu kan kreasi asal tetap mempertahankan bahasa Indonesia di hati kita :)

  4. aRieF says:
    25 Oktober 2010 pukul 05.31

    bahasa alay kan juga ttp mempertahankan bhs indonesia . cuma cara penulisan dan pengucapannya aja yg diubah-ubah .

  5. Deni Permana Budi says:
    30 Oktober 2010 pukul 19.30

    bhs alay bknnya merusak tatanan bhs indonesia???

  6. Amalia Rachma.N says:
    7 November 2010 pukul 23.08

    @deni : ya betul sekali :)
    @arief : kalo bagi saya gak, karena bahasa alay itu merusak tatanan bahasa indonesia :)

Posting Komentar